Selasa, 22 Juli 2014

(KKN) Kuliah Kerja Nyantri

Juli 22, 2014 0 Comments
Kamu tahu kobong? Ya, dia adalah sebuah ruangan semacam asrama para santri yang tinggal di pesantren. Kenapa saya bertanya kobong? karena tempat inilah yang kami akan huni 40 hari ke depan. Wooow, subhanallah ya J.
Hari pertama kami menginjakkan kaki di Bumi Nusawangi, Tasikmalaya dengan perjalanan kurang lebih empat jam dari Bandung. Jalannya berkelok-kelok, kondisi jalan desa yang kurang bagus menjadikan perjalanan seperti jauh, seperti naik odong-odong *plak*. Namun, hal tersebut terbayarkan sudah dengan pemandangan Desa Nusawangi yang luar biasa indah, damai, dan mentramkan *ciyee..
Mobil masuk menuju gerbang pondok pesantren, serasa kami anak-anak yang akan diasramakan di sana, memasang wajah lugu, imut, manis dan polos *preet. Kami mulai menurunkan barang-barang menuju kamar, dan itu banyak sekali bung, sampai keringat bercucuran *lebay*. Di pondok, kamar kami dipisah, ikhwan di depan, akhwat di asrama putri, di belakang. Kebetulan pesantren ini belum ditinggali santri lagi, jadi semua kamar yang ada di sana kosong melompong. Ada banyak kamar, kamar putra sebelahnya dipakai untuk menyimpan motor, sedangkan kamar putri yang kosong sebagian dijadikan dapur umum.  
Kesan pertama bertemu dengan penduduk di sana adalah keramahtamahannya. Kami disambut hangat oleh  ibu dan bapak haji pemilik pesantren, berkenalan, berbagi cerita dan perbincangan diakhiri dengan ibu haji yang mempersilakan kami untuk makan, woooow botram men!, kami yang sedang laparnya-laparnya seketika itu mulai menyantap hidangan yang telah tersedia. Ooh ikan, nampaknya saya harus menghipnotis diri dan mengingat bagaimana cara menikmati ikan yang baik dan benar *lebay*.
Siang hari kami beristirahat, dan malamnya kami merapat menyusun rencana untuk esok hari. Tibalah di hari pertama pergerakan kami dengan bersilaturahim dengan bapak kepala desa beserta stafnya. Namun, saat itu bapak kades tidak sedang di tempat, jadilah kami berbincang dengan bapak sekertaris desa, Bapak Iyan namanya, perbincangan kami tidak lepas dari penyampaian program-program yang memungkinkan untuk di laksanakan di Desa Nusawangi.
Sepulang dari kantor desa, kami segera merapihkan apa yang harus dirapihkan di posko, laki-laki memasang antena dan sebagian dari kami selfi-selfi di sawah. Dan guys, pemasangan antena belum membuahkan hasil, sinyalnya luar biasa menguji kesabaran, alhasil hari itu kami hanya bisa memandangi televisi layar biru bertuliskan “no signal” :D. Keesokan harinya kami berinisiatif untuk membeli buster, setelah dipasang, tetap saja seperti semula, tidak ada sinyal, satu jalan yang rada ampuh yaitu antena harus disimpan di ketinggian, dengan kegigihan, keuletan, manjat-manjat dan keringat bercucuran –demi sinyal- akhirnya kami bisa menikmati cuplikan sinetron kekinian *etdah -_-.
Hari-hari pertama kami lewati dengan sempurna, rasa nano-nano, mulai beradaptasi, belajar mengenal, memahami dan belajar bagaimana caranya agar selama KKN bisa berjalan dengan nyaman. Minggu awal, kami disibukkan dengan kegiatan perkenalan dengan warga, salah satu cara efektif adalah dengan mengikuti pengajian-pengajian di setiap kampung. Dan guys, luar biasanya, setiap kampung terdapat mesjid dan di desa tersebut terdapat empat pesantren, *backsound kota santri*. Sungguh, atmosfer desa yang religius, betapa banyak yang harus kami pelajari dari tempat ini.
Nah, itu dia, cerita awal kami berada di Desa Nusawangi, minggu adaptasi di Kuliah Kerja Nyantri :D

***

Senin, 21 Juli 2014

A Journey #KKN (21062014)

Juli 21, 2014 0 Comments
Pagi buta hari ini harus membangunkan kami  lebih pagi dari biasanya. Jam 05.00 kami harus berkumpul di lokasi penjeputan. Semua barang di lokasi 1 mulai dinaikkan ke dalam mobil ELF alias elep, semua sudah siap, si aye yang dropping barang tidak semuanya di H-1 menjadi kelabakan, alhasil sebelum ayam berkokok –karena memang tidak ada ayam- saya menyelinap membawa barang-barang yang bejibun ke lokasi drop barang di gerlong (kosan kang iman tepatnya) tanpa sepengetahuan teman2 KKN lain, dan kembali ke kosan, karena si kasur masih di sana. Dreeet..dreeet *bunyi my henpon*, ada sms dari riska, sebuah intruksi harus segera merapat, saya mulai riweuh dan meminta tenaga pria-pria untuk mengangkut kasur, lewat sms ceritanya, dan sial, tidak ada satu pun yang menjawab, lanjut saya telpon ketua geng dan akhirnya kasur itu dapat mendarat dengan kece di dalam elep.
Perjalanan sedikit ngaret, jam 06.30 kami baru meluncur dari gerlong, padahal target jam 05.30 sudah menuju lokasi 2 dropping barang. Perjalanan cukup panjang *gerlong-sersan surip* :D, sampai di sana samar-samar kami menemukan 2 wanita yang dikelilingi barang-barang, seperti kedinginan, mungkin mereka sedang menunggu jemputan travel, mau mudik *bergumam dalam hati* dan *plak* ternyata mereka teman KKN kami, haha, karena sebelumnya saya tidak tahu lokasi 2 dropping barang. Kami ikut turun, membantu menaikkan amunisi-amunisi yang menunjang kehidupan kami selama KKN nanti.

Setelah berpamitan dengan Anna –kebetulan Anna berangkat bareng Hary naik motor- kami melanjutkan perjalanan dengan riang gembira, sarah berposisi nyaman dengan bantal leher minionnya, arini, riska, sulastri dengan pose biasa, kang iman dan stef yang pedekate dengan supir, dan aye yang dengan noraknya berguru ngotakngatik SLR ke fajri karena kebetulan kami tim PDD selama KKN. Kami semua menikmati perjalanan, ditemani lagu dangdut yang meneriaki gendang telinga, mungkin kami masih jaim, sehingga tak satu pun dari kami berjoget dan sepertinya tidur lebih menarik kala itu, pun saya, menempelkan bantal pada jendela, bobo ganteng. :D

Kesebelasan itu adalaaaaaaah...

Juli 21, 2014 0 Comments
Mungkin sedikit banyak ini tulisan penuh dengan cerita kami saat berpetualang menjalankan misi di Desa Nusawangi.  Kami bersebelas adalah mahasiswa yang tersebar dari berbagai penjuru kota, dari mulai Riau sampai Nusa Tenggara Timur. Kesebelasan ini diantaranya adalaaaaaaaaaaaaaaaah...

Nama           : Iman Praja F.
Jurusan       : Teknik Mesin
Panggilan      : akang / Babeh
Jabatan       : Ketua Geng

Nama           : Thufeil M. Ghozi
Jurusan       : Teknik Elektro
Panggilan      : Gogo
Jabatan       : Wakil Ketua, Divisi Kewirausahaan

Nama           : Rizca Praztica S.
Jurusan       : Pend. IPS
Panggilan      : Riska
Jabatan       : Sekertaris, Divisi Lingkungan Hidup

Nama           :  Sulastri Mugiutami
Jurusan       : Akuntansi
Panggilan      : Lastri, Tri / Bude
Jabatan       : Bendahara (Ibu Subsidi), Divisi Keagamaan

Nama           : Anna Aristiani
Jurusan       : Pend. Seni Tari
Panggilan      : Ana/ Mamah, Mak
Jabatan       : Humas, Divisi Kesehatan

Nama           : Arini Ulfia Septiani
Jurusan       : Sastra Inggris
Panggilan      : Ayyiiin / Eteh
Jabatan       : Sie. Konsumsi, Divisi Kesehatan

Nama           : Annisa Mutmainnah
Jurusan       : Pend. Geografi
Panggilan      : Anis / Ummi
Jabatan       : Sie. PubDok, Divisi Keagamaan

Nama           : Sarah Indah Apriliyanti
Jurusan       : Pend. Kewarganegaraan
PanggilaN     : Sarah / Ibu
Jabatan       : Divisi Kewirausahaan

Nama           : Hary Gustiana
Jurusan       : Pend. Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
Panggilan      : Hari / Ibi
Jabatan       : Divisi Lingkungan Hidup

Nama           : Fajri
Jurusan       : Perpustakaan dan Informasi
Panggilan      : Eneng
Jabatan       : Sie. PubDok, Divisi Pendidikan

Nama           : Stefanus Aleut
Jurusan       : PGSD
Panggilan      : Step / Uwa Jauh
Jabatan       : Divisi Pendidikan

          Nah , nama-nama inilah yang  akan menjadi pelangi yang mewarnai Desa Nusawangi menjadi leeeebih  berwarna. *preeet
Oke guys, kami tidak saling kenal, bahkan menyapapun tidak pernah, dan sialnya Sistem pendaftaran KKN Online menjaring kami, membuat kami saling bertemu, bekerja dalam satu tim dan mengubah status orang lain menjadi keluarga baru bagi kami.  *oooooo  :D

***

Minggu, 20 Juli 2014

KKN Tematik POSDAYA

Juli 20, 2014 0 Comments

Itu.. dia KKN, Kuliah Kerja Nyata yang mempertemukan kami ke11an mahasiswa untuk bekerjasama melaksanakan amanah Tri Dharma perguruan tinggi yang salahsatunya adalah “Pengabdian Pada Masyarakat” *Subhanallah ya guys? :D . lewat KKN inilah mahasiswa diuji sejauh mana teori yang didapat di bangku kuliah dapat diaplikasikan di kehidupan nyata, ya, di masyarakat. Ya kalau dipikir-pikir idealnya adanya KKN ini akan membentuk sebuah simbiosis, tepatnya simbiosis mutualisme, antara mahasiswa dan masyarakat, keduanya butuh pemberdayaan, yang kata Panduan bilang “agar mampu mengakselerasi laju peningkatan sumber daya manusia dalam proses belajar membelajarkan  mahasiswa dan masyarakat” ah, tujuan yang sangat kece.. *nangis darah.
Nah, tema KKN kami adalah POSDAYA. Naon sih tematik POSDAYA? Yang belum tahu, yo ah lanjut..
Kuliah Kerja Nyata Tematik adalah bagian integral dari proses pendidikan yang mempunyai ciri-ciri khusus. Dimana sistem penyelenggaraannya memerlukan landasan idiil yang secara filosifis akan memberikan gambaran serta pengertian yang utuh tentang “apa, bagaimana, serta untuk apa Kuliah Kerja Nyata Tematik  itu diselenggarakan ?” dan salah satu Tema yang dikembangkan oleh Tim Pelaksana KKN Tematik Universitas Pendidikan Indonesia adalah Pos Perberdayaan Keluarga (POSDAYA). (UPI, LPPM 2014). Itu dia sekilas penjelasan dari KKN tematik POSDAYA yang membawa kami bersebelas untuk berpetualang di sebuah Desa Bernama Nusawangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Indonesia J

***

Untitle

Untukmu, aku tidak meminta untuk menyamai aku. Kebiasaanku, sifatku, hobiku, upload foto apa pekan ini, status-status di media s...