Kamis, 12 Februari 2015

Ritual PPL

Februari 12, 2015 0 Comments
PPL atau Praktik Pengenalan Lapangan yang mungkin bakal bikin hari-hari saya nano-nano di 3 bulan ke depan. ah, baiklah saya harap cerita PPL ini dapat semenyenangkan waktu Kuliah Kerja Nyata (KKN). :D

Cerita dimulai ketika kontrak mata kuliah mengharuskan saya untuk menjadi mahasiswa tingkat akhir. aaah, udah tuwir ajee.. ya, seperti biasanaya sih, yang ngontrak PPL juga harus ngisi kolom pendaftaran ke SMA yang dimana sudah tertera daftar beberapa SMA di Bandung. Huaaaa, bingung aslina, harus daftar ke SMA mana, pasalnya yang ada di daftar pada jauh semua bung!, ada sih yang deket cuman da aku mah apa atuh, suka keduluan wae sama orang :'( *apasih*

Akhirnya setelah tanya-tanya, ada salah satu sekolah yang bernama YAS singkatan dari Yayasan Atikan Sunda yang saya sendiri baru menyadari keberadaannya, *kudet banget guee* tapi, keren sekali Bandung ini, punya sekolah seperti YAS :)

Katanya di YAS ini masuknya Dzuhur, mayaan, biar bisa memanfaatkan waktu pagi dengan kegiatan lain, seperti bangun siang, bersantai dulu, atau buat ngerjain tugas-tugas kenegaraan, mungkin. Maka, langsung saja saya dan my partner vivi rahmelia mendaftar disana.

Awalnya kami sempat akan pindah sekolah, usaha kami ngabolang mencari peluang untuk daftar di sekolah lain tidak membuahkan hasil, ah, memang. jodoh kami adalah SMA YAS :*
ternyata, yang mendaftar di sana lumayan banyak, berjumlah 12 orang dari berbagai jurusan, ada sejarah dan olah raga juga. kata si vivi sih, PPL sekelompok sama jurusan Sejarah & Olahraga, mungkin biar belajar dari masa lalu supaya jd lebih sehat *atulaaaaaah. Tapi, kok ga ada dari bahasa jepang ya? *eh :v

Setelah melalui beberapa ritual menjelang PPL, maka berangkatlah kami tim PPL ke SMA YAS, dan do u know? buat paragadang (para gadis angkot) macem kami, dari kosan menuju SMA tersebut  dengan menggunakan jasa angkutan yang disediakan pemerintah adalah sebuah perjalanan yang cukup panjang *lebay*. Tapi, bukan anak geografi kalau mengeluh soal jarak dan waktu *eaaaaa

Sampailah kami pada penerimaan PPL di SMA tersebut. Kami mulai mencium aroma kesundaan di sana, kebetulan saat itu hari rabu, udah tahu lah ya, salah satu program pak Walkot yang ketje itu?. yap. Rebo Nyunda, salah sahiji upaya pikeun ngamumule budaya sunda, yang biasanya warga SMA YAS memakai pakaian khas sunda, dan tentu saja, bahasa sunda. Kami disambut dengan ramah di sana, membuat kami nyaman berinteraksi. Namun, saat itu masih ada hal yang menjadi misteri, tentang kelas yang nanti akan saya masuki. Huaaaa, for the first time in forever guys ! ya meskipun sebelumya pernah ngajar juga, tapi untuk sekolah formal dan di jangka waktu yang tidak sebentar, menyangkut masa depan anak-anak yang imut itu pula, maka amanah ini memang membuat saya dag dig dug der.. hoho

Selesai acara penerimaan, kami berbincang dengan guru pamong kami masing-masing, kebetulan mata pelajaran geografi berguru pamong bu Novi, ibu cantik yang satu ini yang nanti akan membimbing kami selama menjalankan amanah mencerdaskan kehidupan bangsa di SMA Yayasan Atikan Sunda.

Mulailah kami membagi kelas dan jadwal untuk praktik mengajar, dan taraaaaaaaaaaa.. aye kebagian 2 kelas X dan 1 kelas XI. Berdasarkan gosip yang beredar dari teman saya yang sebelumnya ngajar di sana, ada salah satu dari kelas X yang luar biasa menguras tenaga. huaaa, dan saya diamanahkan di kelas tersebut. ok fix! gapapa, saya belum membuktikannya, jadi, tersenyum saja. *bari jeung geumpeur* haha..



Itu cerita awal ritual PPL :D

Untitle

Untukmu, aku tidak meminta untuk menyamai aku. Kebiasaanku, sifatku, hobiku, upload foto apa pekan ini, status-status di media s...