Jumat, 27 Mei 2016

Demi Masa

Mei 27, 2016 1 Comments
Bahkan senja tak alpa mengingatkan untuk tak terlarut dalam keheningan pada jeda yang terlampau panjang. Karena bukan sebuah harap untuk mengembalikan denting waktu, bahkan untuk sepersekian detik.

Kita tak ber-Maha..

“Demi masa,Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,kecuali oorang-orang yang beriman dan beramal soleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (TQS. Al-Ashr : 1-3)


Senin, 16 Mei 2016

Untitle

Mei 16, 2016 0 Comments
Pada akhirnya, kemarin adalah jawaban dari sebuah pertanyaan yang benar-benar tidak pernah (mau) saya tanyakan, sebuah pernyataan yang benar-benar tidak pernah (mau) saya nyatakan. Terima kasih tuan, sudah menyegerakan, jadi saya tidak lagi penasaran.. Barokallaah.. “whats is truly yours would eventually be yours, and what is not, no matter hard you try, will never be..” -Secangkir Maaf


Dewasa?

Mei 16, 2016 0 Comments

Terlepas dari unsur fisik, Dewasa adalah sebuah fase dimana seorang seharusnya dapat berpikir lebih matang, lebih dapat meredam emosi yang tidak penting, lebih dapat menjadikan segala sesuatu lebih terkontrol, dewasa juga berbicara tentang tanggung jawab dan rasa malu. Saya tidak ingin menyalahkan sebuah proses yang pada hakekatnya dia baik, tapi pada kenyataannnya, suatu waktu saya bisa membenci apa itu dewasa, dimana pada fase tersebut saya merasa segala sesuatu menjadi lebih rumit. Apa jangan-jangan sebenarnya saya belum cukup dewasa untuk mendifinisikan fase Dewasa itu sendiri? Ah, entahlah.

Berbicara soal dewasa, Idealnya seiring bertambahnya usia, semakin dewasa pemikiran seseorang. Tapi, kenyataan tidak selalu begitu. Kadang seseorang masih senang dininabobokan dengan kenyamanan perlakuan layaknya anak-anak, saking senangnya jadi lupa kalau usia ternyata sudah bukan anak-anak lagi. Kerap kali ini menjadi sebuah PR baik bagi orang tua, anak dan lingkungan yang masih sering terlupakan. Akibatnya tidak sedikit orang dewasa yang masih kekanak-kanakan. Meski tidak sampai merugikan orang sekitar, setidaknya seseorang terikat dengan norma dan adat lingkungan sekitar. Tidak semua orang mau mencari tahu latar belakang seseorang mengapa bertingkah laku seperti ini dan seperti itu, atau dalam arti mencoba memahami dan memaklumi tingkah seseorang. Sebagian besar mungkin hanya berpikir tingkah laku seseorang sesuai atau tidak, diterima atau tidak, dan normalah yang berbicara pada akhirnya.

Belajar menjadi dewasa membutuhkan waktu. Ya, tapi pada intinya menjadi dewasa butuh pembiasaan dan pembiasaan tidak mungkin dilakukan sendirian, butuh perlakuan, butuh dukungan. Agar ketika seseorang beranjak dewasa ia tidak merasa ketakutan, tidak merasa seperti burung yang tiba-tiba dilepas dari sangkarnya, tidak merasa seperti anak ayam yang ditinggal induknya, kebingungan akan tanggung jawabnya sebagai sesosok yang sudah dewasa.


Untitle

Untukmu, aku tidak meminta untuk menyamai aku. Kebiasaanku, sifatku, hobiku, upload foto apa pekan ini, status-status di media s...