Rabu, 22 April 2015

# Curhat # PPL

Teacher..



Tentang belajar memilih, dari sekian kata yang saya kurang sukai, kata memilih adalah salah satunya. Sebagai remaja hampir mau akhir, pada akhirnya saya harus bisa mengambil pilihan, menerka-nerka siapa saya di masa yang akan datang. Bingung? Tentu! Bagi orang yang rada absurd  dan senang kebebasan macem saya, posisi seperti ini adalah hal yang menyiksa. Ok, fine! Saya tidak mau terkurung dalam ketidakjelasan hidup, maka dengan PD.nya saya putuskan untuk menjadi seorang guru. Gileee, mimpi apaaa ini keputusan tiba-tiba muncul, haha..
Perjalanan untuk mencapai visi mengantarkan saya beradaptasi di Bumi Siliwangi, menemukan bongkahan ilmu, dan hal-hal yang menakjubkan. Memanglah, zona nyaman setelah siswa adalah mahasiswa, yang saking nyamannya, terkadang ada yang sering terlupakan, “realistis”, ya kerealistisan hidup.
Mungkin sering saya mendengar gambaran kerealistisan dunia luar, tapi mungkin hanya sebatas teori, saya belum memahami dan mengalami sendiri. Pada akhirnya, keputusan yang dulu saya pilih, membelajarkan saya realita dunia kerja. Guru, guru ooh guru.. entahlah saya benar-benar tidak bisa melihat masa depan saya sekalipun diikhtiarkan, tapi wallaahu’alam, perihal menjadi apa hanya Allah yang tahu.
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari belajar menjadi guru, termasuk kalimat “be the good teacher”. Sometimes, bisa bikin saya pesimis juga. Jangankan menjadi guru yang baik, latihan menjadi guru biasa pun ternyata luaar binasaaa.
Dulu, saya memang tergolong orang yang menyenangi sekolah, pelajaran, guru-guru, ekstrakulikuler, terlebih teman-teman dan sahabat, entah mungkin karena suasananya, terlalu nyaman untuk ukuran saya dan mungkin ini adalah salah satu yang membuat saya tertarik untuk menjadi guru. Tapi setelah praktik menjadi guru, menghadapi ralitas dunia pendidikan yang tidak semuanya selalu berjalan ideal, bahkan ruang lingkup kecil saja seperti kelas, membuat saya berfikir ulang. Haha.. ada teman saya menyerah untuk menjadi guru, saat menawarkan pada murid untuk menjadi guru jawabannya ‘gak mau bu, takut ga dihargain”atau pernyataan “guru itu aktor, harus serba bisa” belum lagi digosipin murid bahkan harus berlapang dada saat tidak disenangi murid. Haha.. beurat gan, jadi pahlawan tanpa tanda jasa itu. tapi, pertanyaan yang jadi PR buat saya adalah “posisi apalagi yang strategis untuk bisa berkontribusi memperbaiki kegaduhan negeri?” berdiri dalam ranah struktural? mengotak-atik kebijakan?” untuk ukuran saya, pertanyaan itu malah memununculkan lagi pertanyaan “saya bisa apa?” hehe, gini ni kalau ga expert di bidangnya, membela diri. :D  #abaikan
Baiklah para calon guru, semoga istiqomah. Apa pun yang terjadi pada akhirnya kita akan menjemput takdir kita masing-masing, perihal menjadi apa, yang terpenting adalah meluruskan niat untuk siapa kita berbuat.
Selamat menebar manfaat..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untitle

Untukmu, aku tidak meminta untuk menyamai aku. Kebiasaanku, sifatku, hobiku, upload foto apa pekan ini, status-status di media s...