Sabtu, 09 Januari 2016

Oh My KTP

Januari 09, 2016 0 Comments
“Teh, foto close up'nya pake kamera fisheye ya?” *gubrakkk*
Emang ya, saya gak bersahabat sama KTP dan dokumen-dokumen kewarganegaraan lainnya. Selalu ada kesalahan teknis, kek pertanyaan di atas misal, Pertanyaan itu muncul waktu saya ngurusin surat izin penelitian yang mengharuskan untuk memperlihatkan KTP. Sambil senyam senyum si masnya liat foto KTP saya, dan saya hanya bisa senyum *bari jeung kapaksa* sambil membela diri. Masnya husnudzon banget subhanallaah sampe ngira itu foto pake kamera fisheye T.T, tapi emang, setiap orang yang lihat foto KTP saya pasti ketawa. Mungkin karena wajah terlihat jebag, kerudung yang belum sempet dibenerin, gak sempet senyum, mata gak kontrol, hinyai kek gorengan, intinya belum sempet kontrol wajah, petugas E-KTP udah main ckrek ckrek aja. Ah, yasudahlah aku mah apa atuh. *balik badan, kemudian lari* yang penting mah don’t judge by the cover we lah, hahaha..

Jumat, 08 Januari 2016

Maaf..

Januari 08, 2016 0 Comments
Sahabat,  ada saat di mana aku seringkali merasa kita akan selalu baik-baik saja, bahkan pada saat di mana aku tidak bisa memenuhi hakmu sebagai sahabatku, pada saat di mana aku terlampau sibuk dengan duniaku, pada saat di mana aku selalu mempertahankan ego sedang sikapmu selalu baik, menutupi kekuranganku, menyambutku dengan sikap yang selalu hangat, dan.. ah, terlampau banyak kebaikan jika harus diceritakan.

Sahabat, apa kamu tahu, bahwa seringkali aku merasa bingung saat diliputi rasa bersalah, ya, rasa bersalah terhadap sesuatu yang belum sempat tersampaikan, atas sesuatu yang tidak sempat dilakukan. Selalu muncul pertanyaan “rasa bersalah seperti apa yang bisa aku tunjukkan? Ah, maafkan sahabatmu ini, hanya memasang tampang layaknya semua baik-baik saja. Kau mungkin pernah kesal dengan sikap yang sering aku tunjukkan. Maafkan aku, maafkan selalu bersikap seperti ini, maafkan untuk selalu berpikir bahwa kata-kata tidak bisa menggambarkan betapa aku merasa menyesal, bahkan dengan meminta maaf pun tidak cukup menggambarkan bahwa aku bukan sahabat yang baik..

Maaf, maaf, maaf.. aku ingin selalu menjadi sahabatmu, ingatkan ketika aku lupa, tegur aku jika salah, maafkan jika terlampau menggunung salahku..

Mestinya hari ini menyempatkan waktu menemuimu.. ah, dan lagi, maaf... maaf yang banyak...


Untitle

Untukmu, aku tidak meminta untuk menyamai aku. Kebiasaanku, sifatku, hobiku, upload foto apa pekan ini, status-status di media s...