Sahabat, ada saat di mana aku seringkali merasa kita akan selalu
baik-baik saja, bahkan pada saat di mana aku tidak bisa memenuhi hakmu
sebagai sahabatku, pada saat di mana aku terlampau sibuk dengan
duniaku, pada saat di mana aku selalu mempertahankan ego sedang sikapmu
selalu baik, menutupi kekuranganku, menyambutku dengan sikap yang selalu
hangat, dan.. ah, terlampau banyak kebaikan jika harus diceritakan.
Sahabat, apa kamu tahu, bahwa seringkali aku merasa bingung saat diliputi
rasa bersalah, ya, rasa bersalah terhadap sesuatu yang belum sempat
tersampaikan, atas sesuatu yang tidak sempat dilakukan. Selalu muncul
pertanyaan “rasa bersalah seperti apa yang bisa aku tunjukkan? Ah, maafkan
sahabatmu ini, hanya memasang tampang layaknya semua baik-baik saja. Kau mungkin pernah kesal dengan sikap yang sering aku tunjukkan. Maafkan aku,
maafkan selalu bersikap seperti ini, maafkan untuk selalu berpikir bahwa
kata-kata tidak bisa menggambarkan betapa aku merasa menyesal, bahkan dengan
meminta maaf pun tidak cukup menggambarkan bahwa aku bukan sahabat yang baik..
Maaf, maaf, maaf.. aku ingin selalu menjadi sahabatmu, ingatkan ketika aku
lupa, tegur aku jika salah, maafkan jika terlampau menggunung salahku..
Mestinya hari ini menyempatkan waktu menemuimu.. ah, dan lagi, maaf... maaf
yang banyak...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar