Hai tuan, kelak tolong ingatkan puan untuk tak membiarkan seorang anak menjadi tokoh si pemilik gengsi paling besar untuk sekedar menumpahkan air mata di depan ayah bundanya, didepan adik atau kakaknya.. Biarkan dia bebas merasakan nikmatnya menangis meski terkesan dramatis. Agar tak perlu menunggu tengah malam untuk sekedar menjernihkan perasaannya yang buram.. :)
Minggu, 20 September 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Untitle
Untukmu, aku tidak meminta untuk menyamai aku. Kebiasaanku, sifatku, hobiku, upload foto apa pekan ini, status-status di media s...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar