Senin, 12 Desember 2011

# puisi

Kau, Desa, Kota, dan Sang Jamrud Khatulistiwa


Hasil pertanian..
Kau melimpah di negeri yang kau dan aku sebut Jamrud Khatulistiwa,
Tumbuh di tempat yang kau dan aku sebut, desa
Lantas, di kota tak ada?
Ada, hanya tak cukup banyak memenuhi hajat hidup orang kota.
Hasil pertanian..
Kau tahu? Kau dibutuhkan dimana-mana
Pun, di kota..
Ya, sang kota membutuhkanmu
Maka, beranjaklah..
Sungguh, desa menanti jejakmu
Hasil pertanian..
Kau tahu? Kau makhluk unggul yang Ia ciptakan di sini
Di jamrud khatulistiwa ini,
Masyhur namamu
Pun negeri tetangga, senang mengenalmu..
Hasil pertanian..
Kau tahu? Ada tangan-tangan kreatif membersamaimu
Menyulapmu, menjadikanmu bernilai lebih
Mengolahmu, membuatmu lebih unggul dari yang kau dan aku tahu
Ya, lebih berarti
Maka, tersenyumlah..
Sungguh, desa menanti jejakmu 
Hasil pertanian..
Apa pun bentukmu, seperti apapun harimu
Ada proses mengenalkanmu
Pada mereka yang dulu kau tak pernah bertemu
Ya, perjalanan membutmu memiliki sahabat
Pak supir, kernetnya, bak mobil, jalan raya, pasar, kota
Bahkan mesin produksi dan tangan-tangan kreatif yang menyulapmu..
Hasil pertanian..
Adakah yang seberuntung dirimu?
Ah, desa lebih beruntung memilikimu
Terlebih sang Jamrud Khatulistiwa, tersenyum menaungimu..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untitle

Untukmu, aku tidak meminta untuk menyamai aku. Kebiasaanku, sifatku, hobiku, upload foto apa pekan ini, status-status di media s...