seringkali saya terkagum-kagum dengan orang yang capable, mendaratlah pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu lagi ditanyakan, ya, mungkin hanya sekedar mencari penawar saat itu. Ngoceh ngalor-ngidul, pertanyaan-pertanyaan yang diawali dengan "bagaimana, bagaimana dan bagaimana", *entah, mungkin sahabat saya sudah bosan dengan deretan pertanyaan saya..
saya menyadari, alangkah lucunya saya bertahan hanya bermodal loyalitas..
"loyalitas aja gak cukup" saya bilang, "tapi capable aja gak cukup" kata sahabat saya. *hening

Tidak ada komentar:
Posting Komentar