malam
berlalu,
tapi tak mampu kupejamkan mata
dirundung rindu
kepada mereka
yang wajahnya mengingatkanku akan
surga
wahai fajar terbitlah segera,
agar sempat kukatakan pada mereka
“aku mencintai kalian karena Alloh.”
-‘Umar ibn al-Khoththob-
Pulang malu, tak
pulang rindu..
ya, itu selogan yang
nempel di bemper truk.. *represent
current feelings #halah
Kangen rumah kadang
mendistrak semua.. apalagi paling nyesek saat bilang "mi, dede moal
waka tiasa uih".
Tapi, kalau hati
nanya "anda profesional? bekerja karena siapa? Allah lihat kamu, Allah
yang menjaga mereka.."
Ah, malu rasanya..
tidakkah bisa untuk bersabar sejenak? amanah ini kamu yang memilih, Allah yang
mengatur..
Kuatkan aku yaa Kariim..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar