Sabtu, 16 November 2013

# Curhat

Pulang malu, tak pulang rindu..

malam berlalu,
tapi tak mampu kupejamkan mata dirundung rindu
kepada mereka
yang wajahnya mengingatkanku akan surga
wahai fajar terbitlah segera,
agar sempat kukatakan pada mereka
“aku mencintai kalian karena Alloh.”
-‘Umar ibn al-Khoththob-



Pulang malu, tak pulang rindu..
ya, itu selogan yang nempel di bemper truk.. *represent current feelings #halah

Kangen rumah kadang mendistrak semua.. apalagi paling nyesek saat bilang "mi, dede moal waka tiasa uih".

Tapi, kalau hati nanya "anda profesional? bekerja karena siapa? Allah lihat kamu, Allah yang menjaga mereka.."
Ah, malu rasanya.. tidakkah bisa untuk bersabar sejenak? amanah ini kamu yang memilih, Allah yang mengatur..

Kuatkan aku yaa Kariim..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untitle

Untukmu, aku tidak meminta untuk menyamai aku. Kebiasaanku, sifatku, hobiku, upload foto apa pekan ini, status-status di media s...