Harapan itu masih ada, tetap tenang dan yakin pada-Nya.
Ia maha Besar, masalahmu jauh lebih kerdil.
Hanya dengan bergantung pada-Nya, maka kamu tidak akan kecewa.
Setiap kejadian adalah disengaja, disengaja adanya oleh sang Pencipta, sebagai bukti kasih sayang-Nya.
Maka, berhenti bertanya "mengapa amanah ini ada di pundak saya?".
Karena waktu berjalan takan menunggu ketika kamu terjatuh.
Cukup dan hanya cukup berharap pada-Nya. Ia dan ribuan malaikat menyaksikan.
Melangkah ikhlas karena-Nya, sulit? sakit? lelah? memang selalu ada, jika tidak begitu, mungkin nabi Muhammad dulu sudah menyerah ketika dilempari kotoran dicaci dan dihina, mungkin nabi Ibrahim tidak akan berani menyembelih demi kenyamanan bersama putranya. Namun, Allah maha adil, tidak membebani makhluk diluar kemampuannya, hingga menyadarkan bahwa masing-masing dari kita akan belajar, belajar memaknai, belajar bahwa hidup itu berpikir, belajar bahwa menjaga izzah itu sungguh berharga, belajar, belajar dan belajar. hingga pada akhirnya kemaslahatan membersamai, tidak hanya untuk diri, tapi ummat, ya ummat..
Semoga Allah mengampuni setiap kesalahan, setiap kelalaian dan setiap rasa lelah yang terlalu dihayati.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar