Senin, 02 November 2015

# Curhat # Sahabat

Terima Kasih Langit Vanilla

Hal yang paling saya takutkan dan selalu menjadi mimpi buruk adalah kehilangan, ya, kehilangan untuk selamanya. kadang saya berpikir bahwa ada hal yang lebih menyiksa dari kehilangan, yaitu rindu dan sederetan ingatan tentang sosok yang sangat kita sayangi. Saya merasakan bagaimana ditinggalkan, bagaimana saat obat bius dari kehilangan habis fungsinya.

Hampir satu bulan, bapak pergi pada sebuah ruang beda dimensi. Allah Arrahman, Arrahiim, sebelum bapak pergi, Allah berikan saya kesempatan untuk dapat membersamai beliau. Mengizinkan kami untuk berpamitan, sesak rasanya. Tapi ini adalah bagian paragraf hidup yang sudah tertulis, entah kita atau orang tercinta yang lebih dulu menghadap-Nya. 

Pemilik Langit Vanilla, dia bilang, "Ia ada, Ia hanya berpindah tempat, doakan saja" ya, kalimat yang mengingatkan saya untuk selalu yakin bahwa kita masih punya harapan untuk membahagiakan beliau disana, untuk bisa kembali bertemu, benar-benar bertemu, nanti, di Jannah-Nya. aamiin..

Vi, kamu tahu? pagi sebelum bapak tidak sadarkan diri, aku menjawab tebakan dari Mbah Suji, katanya "garis yang tidak terlihat?______" aku jawab "Garis Takdir". Aku Manusia, yang hanya bisa menebak-nebak garis takdir, perihal ketetapan yang hakiki, itu Milik-Nya. kita harus Ridho, meskipun aku sendiri masih sering bertanya-tanya "bapak sedang apa di sana? bapak lihat aku tidak? bapak, apa di sana masih ada ingatan saat kita menghabiskan waktu? saat Allah berikan aku kesempatan untuk menjadi suster kesayanganmu? atau apakah ingatan bapak di sana sama seperti ketika bapak berpindah dari alam rahim ke alam dunia?" ah,terlalu bodoh rasanya selalu bertanya-tanya.

Bagaimana pun, semuanya sudah jadi Qodo-Nya, kita tidak bisa mengelak, terlarut dalam kesedihan berkepanjangan tidak sama sekali membahagiakan beliau, yang bisa kita lakukan adalah mengobati hati dengan belajar ridho dan ikhlas kemudian berbuat yang terbaik agar beliau bahagia di sana.

Vi, saling mendo'akan ya, semoga kita selalu ikhlas dan ridho, semoga kita bisa menjadi anak solehah. Doa'kan juga agar kita bisa menjadi Hafidzoh, nanti kita sama-sama berikan mahkota untuk beliau, dan kita semua berkumpul kembali di Jannah-Nya :) aamiin yaa robbal'aalamiin..

Vi, jazakillaah, Ana uhibbuki fillaah..



1 komentar:

  1. ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬
    Seorang sahabat yang baik ya, aku juga yakin akan hal itu walau kita tidak melihat mereka lagi tapi mereka ada di hati kita.
    ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬

    BalasHapus

Untitle

Untukmu, aku tidak meminta untuk menyamai aku. Kebiasaanku, sifatku, hobiku, upload foto apa pekan ini, status-status di media s...