Senin, 02 November 2015

Terima Kasih Langit Vanilla

November 02, 2015 1 Comments
Hal yang paling saya takutkan dan selalu menjadi mimpi buruk adalah kehilangan, ya, kehilangan untuk selamanya. kadang saya berpikir bahwa ada hal yang lebih menyiksa dari kehilangan, yaitu rindu dan sederetan ingatan tentang sosok yang sangat kita sayangi. Saya merasakan bagaimana ditinggalkan, bagaimana saat obat bius dari kehilangan habis fungsinya.

Hampir satu bulan, bapak pergi pada sebuah ruang beda dimensi. Allah Arrahman, Arrahiim, sebelum bapak pergi, Allah berikan saya kesempatan untuk dapat membersamai beliau. Mengizinkan kami untuk berpamitan, sesak rasanya. Tapi ini adalah bagian paragraf hidup yang sudah tertulis, entah kita atau orang tercinta yang lebih dulu menghadap-Nya. 

Pemilik Langit Vanilla, dia bilang, "Ia ada, Ia hanya berpindah tempat, doakan saja" ya, kalimat yang mengingatkan saya untuk selalu yakin bahwa kita masih punya harapan untuk membahagiakan beliau disana, untuk bisa kembali bertemu, benar-benar bertemu, nanti, di Jannah-Nya. aamiin..

Vi, kamu tahu? pagi sebelum bapak tidak sadarkan diri, aku menjawab tebakan dari Mbah Suji, katanya "garis yang tidak terlihat?______" aku jawab "Garis Takdir". Aku Manusia, yang hanya bisa menebak-nebak garis takdir, perihal ketetapan yang hakiki, itu Milik-Nya. kita harus Ridho, meskipun aku sendiri masih sering bertanya-tanya "bapak sedang apa di sana? bapak lihat aku tidak? bapak, apa di sana masih ada ingatan saat kita menghabiskan waktu? saat Allah berikan aku kesempatan untuk menjadi suster kesayanganmu? atau apakah ingatan bapak di sana sama seperti ketika bapak berpindah dari alam rahim ke alam dunia?" ah,terlalu bodoh rasanya selalu bertanya-tanya.

Bagaimana pun, semuanya sudah jadi Qodo-Nya, kita tidak bisa mengelak, terlarut dalam kesedihan berkepanjangan tidak sama sekali membahagiakan beliau, yang bisa kita lakukan adalah mengobati hati dengan belajar ridho dan ikhlas kemudian berbuat yang terbaik agar beliau bahagia di sana.

Vi, saling mendo'akan ya, semoga kita selalu ikhlas dan ridho, semoga kita bisa menjadi anak solehah. Doa'kan juga agar kita bisa menjadi Hafidzoh, nanti kita sama-sama berikan mahkota untuk beliau, dan kita semua berkumpul kembali di Jannah-Nya :) aamiin yaa robbal'aalamiin..

Vi, jazakillaah, Ana uhibbuki fillaah..



Minggu, 06 September 2015

About Them..

September 06, 2015 0 Comments
Kepada Nucleus, maaf si melankolis kambuh, ingin bercerita tentang sahabat KKN, yang malam ini saya merindukan mereka. hehe

Alhamdulillah, terimakasih kepada Sang Maha segalanya, yang tak pernah salah menempatkan kami pada ruang dan waktu, dimana kami dapat belajar dari sebuah kebersamaan..

Malam minggu yang gagal fokus, niat ngurusin hal ihwal proskrip, gegara muterin playlist yang diminta dari Anna, jadilah melankolis saya kambuh, hmmhh..
(harap dimaklum lah ya, malam minggunya sama si pegasus. haha)

Apa kabar ya mereka barudak KKN? Ada yang berubahkah?

40 hari berinteraksi dengan mereka adalah hal yang luar biasa, rasa nano-nano, izin impersonate kalian gengs, haha..

Inilah mereka, yang s’lalu ku rindukan mereka ku yang permai.. *eh naha*

Adalah Anna Aristiani, panggilannya mamah/emak, sosok yang sangat baik hati, jago nari (sagala jenis tatarian, naha apal mah?), cantik, ceria, berani, nyundanya keren dan capetang teu katulungan, dimana suaranya sangat meggelegar kalau lagi becanda, suka teriak “Neeeeeeeeeeeeeeng” atau kata-kata “kumahadinya bae! (kumaha didinya bae)” “awas aya si pantang menyerah!” (sebutan bagi ayam pak Haji), “deuk kamannaa atuh ruuum” “Umiii f*k” “umii fotoin” “hayang diteluh?” “da bencong” “cappuuung” “jengoong (jangan)” “pengen kikoo” daaan laiinyaa. Ga ada sehari aja, posko menjadi krik krik, haha.. Mah kangeeen riweuhnya T.T

Si Neng, namanya Fajri Damar P. tapi lebih akrab dipanggil neng sebab rambutnya gondrong, panjang menggelora haha, dan gak jarang warga nusawangi menerka dia perempuan, wkkwkk.. partner menggila Anna dan ibu (sarah namanya) kata-kata yang paling inget dari neng tuh “Uno yu?” “naon atuh umii” atau “si Umi wanian” “umi ditatonya? ”umi ongkoh rek dugem?” (si eneng kitu pisanlah! -_-‘). Tapi si neng baik, ga ada neng juga ga rame, ga ada bulian, haha.. (teu ketang) oia satu lagi, si neng adalah orang satu-satunya diantara kami yang anti ayam boiler. naha neng? :D

Ayin, bernama lengkap Arini Ulfia Septiani, yang pas pertama kita ketemu saya salah manggil, malah arini ulfias (kirain ulfias nama asli, padahal singkatan, -_- ). Yang paling diinget dari ayin itu, dia ngefans sama EXO. Ayin sesosok yang baik hati, suka seselfian, putih (yang paling dihindari ketika difoto deket Ayin, sebab gue akan terlihat seperti anak hilang yg gak mandi 7 hari, hahaha). Oia, ada Neneknya Ayin yang baik dan sangat berjasa bagi kami, kebetulan rumah nenek ayin deket posko, ah pokoknya jazakumullaah umi Ayin dan keluarga :D

Trus ada Sarah, dipanggil ibu, jago masak, udah kaya emak ke dua di posko. Tempat curhat, partner nonton running man dan transaksi film korea, haha.. Yang paling diinget dari ibu itu terong balado favorit anak2 posko T.T (apa emang beli daging keseringan terlalu mahal, sehingga terong balado menjadi andalan?) haha.. trus, suka niruin lagu Raisa (but, she changed lyric with “Kulit Nilep”, not “could it be love”) sambil mainin rambut kek iklan sampo -_-“, kata-kata paling diinget dari ibu itu “Neeeeeeeeeng cuci piriiing” “Gogo bangun, mandii!” “umi aku mau curhat!” dia obsesi banget diet, sampe waktu bukber ramadhan kemarin dia terlihat kurusan, ibu bisaan ih!

Si Ibi, nama aslinya Hary Gustiana, dia pria hebat sangat pemberani, sampai ke dapur aja minta ditemenin -_-‘ kadang bisa menjadi musuh, dia bak artis versi anak-anak Nusawangi, banyak anak-anak ngemodus minta no ketua KKN (kng Iman) tapi ujungnya “teh, minta no a hary” (oh God, semoga dia tidak Pedofil). Yang paling inget dari dia, waktu ngantri kamar mandi, karena saya kelamaan, jadilah dia mencari WC di Pom Bensin. Haha ibi hampura T.T . Trus kalau orang lagi cerita dan itu rada garing, entah apa motivasinya tetiba  menguncupkan tangan. Oia, Motornya fenomenal, hampir semua orang yang naik motornya mengalami kejadian unik (Musibah sih lebih tepatnya. haha), kek mamah & si Neng yang nabrak ibu-ibu sepulang belanja, Ibu & si Neng (lagi) nyasar, saya & bude nabrak ayam warga (dan setelah disusul ayamnya hilang, gaib pisan T.T), tapi motor dia sangat berjasa, untuk pertama kali aye bisa pake motor (even, cuma keliling lapangan, hahaha).

Kang Iman, Sang ketua KKN, dipanggil babeh (karena dianggap paling dewasa diantara kami yang masih muda, ngahaha..) seperti ditumbalkan, rela berkorban, birokrasi sana sini, mimpin rapat, relasiya banyak, dari mulai pemilik kontrakan sampai bapak Kuwu dia akrab. Yang paling diinget dari ketua geng ini pas orangtuanya dateng bawa makanan yang sedemikian banyaaak buat kita. Huaaa, kami semua merasa kenyang pada malam itu. Alhamdulillaah, terimakasih ketua geng. :D
  
Gogo, Muhammad Thufeil Ghozy lengkapnya. Yang paling inget dari gogo, dia makannya banyak, haha (bagus go, biar kayak bayi sehat), trus ring tune’nya ituloh sering pisan diputer di posko, lagu Happy’nya Pharrell Williams. Trus yang paling inget itu waktu saya hampir jatoh dari motornya gogo, gegara motor kuplingan yang tinggi itu saya naiki di tengah jalan rusak, nanjak dan duduk nyempong, Daebak!! T.T

Rizcka, ibu sekertaris satu ini hobi nonton anime, headset every where, baik, riweuh kala ngerjain laporan, kadang dia menyeramkan (bisa liat makhluk halus ceunah, *brarti dia bisa liat gue* ngahahaha..) partnernya ibi sama kang iman :D, kamar dan ruang tengah menjadi ruang favoritnya, naha ka?

Bude, nama aslinya Sulastri Mugiautami, asli Riau berketurunan Jowo, cah ayu nan baik hati :D, partner akuuh :*, bude partner seperjuangan keliling – keliling Nusawangi bagiin surat undangan, silaturahim dgn para DKM Nusawangi sambil ngemodus *eh, teu ketang :P. Yang paling inget dari bude ini makanan yang bernama Tempoyak (duren yang difermentasi gitu)*mupeng*, bude ga bisa makan makanan gurih yang bergula, sukanya pedes, trus kata katanya lucu contohnya “naoon maneeeeeh” (lidah Riau berdialek Jawa jadi terdengar sangat aneh, haha), ah kangen ibu bendahara ini, yang kita sering kasbon dan minta subsidi T.T

Ale alias setep, alias uwa jauh yang bernama lengkap Stefanus Aleut, dia sering kita panggil aleee leutsa (dengan nada lagu tari saman, :D ), dia satu-satunya temen KKN yang sering manggil saya Mut/Amut, entah dia tahu dari mana panggilan ini -_-‘. Step ini unik. Dia berasal dari Nusa tenggara yang berhasil ngecengin anak posko dari Desa sebelah. Haha, steeep kau ini ada-ada saja..

Ah kalian, masih banyak cerita dari kalian, terimakasih saya banyak belajar dari kalian, semoga selalu ingat daku, semoga Allah memudahkan segala urusan kita, cepet lulus, cepet wisuda, cepet mengabdi buat masyarakat. aamiin

Bandung, 06 Sep 2015. 00.25 WIB












Jumat, 29 Mei 2015

The Lebay Teacher

Mei 29, 2015 0 Comments
Entah sindrom apalah ini namanya, dimana sisi melankolis bisa muncul tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Kemudian menyesalinya setelah sadar di beberapa waktu kemudian bahwa hal tersebut sangatlah lebay. Daebakk! *nutupmuka*

Inget waktu PPL, menjelang perpisahan dengan murid-murid yang saya ajar, tetiba kepikiran buat bikin video yang isinya deskripsi tentang mereka selama belajar geografi dengan saya di 4 bulan kebelakang. Gak semua kelas sih, Cuma kelas XI aja yang jumlah muridnya sekitar 24 orang, saya paling hafal dengan kelas ini karena memang pertemuan kita cukup intens dan punya kesan tersendiri. Haha.

Dibuatlah video itu, dengan bantuan fenny yang ngasih inspirasi buat soundtrack dan teknis saat nanti di tayangin di kelas. video berhasil dibuat dan berhasil membuat kantung mata saya mempuyai kantung mata (read: begadang). Memang kebiasaan dadakan ini sudah mendarah daging, dimana ide-ide bermunculan di ujung waktu. Hasilnya? Entahlah, jauh dari sempurna. -_- tapi karena mepet, video tersebut jadi dengan sangat sederhana.

Skenario disusun, awalnya saya ingin membuat mereka bosan (dengan memaksa mereka buat belajar full, padahal besoknya udah UAS yang seharusnya ngasih kisi-kisi aja. haha). supaya saya gak diserang, saya coba untuk menggunakan infokus untuk mengalihkan perhatian mereka biar fokus ditambah saya ingin melihat video tugas akhir yang murid saya buat. awalnya saya mau ngasih sedikit materi dan nonton video pembelajaran, video yang saya buat itu nantinya akan muncul setelah video pembelajaran (tayang secara tiba-tiba gituuu) dan menjelang video itu tayang, saya akan langsung kabur keluar kelas.

Dengan semangat 45 saya masuk kelas dan meminta Satria murid saya mengambil infokus, kabel dan speaker (demi sebuah misi), and do u know? Keanehan terjadi. satria terlihat malas mengambil barang-barang tersebut, anak-anak yang lain terlihat tidak fokus dan taraaaaaa... lampu kelas padam, yang katanya listrik mati. Oh maaaan! itu artinya misi saya terfonis gagal. *garukgaruktembok*. Ah yasudahlah, pupuslah harapan saya untuk bersoswit-soswit dengan kelas tersebut. Akhirnya saya hanya bisa berpamitan dengan cara yang klasik, biasa saja bahkan mungkin tidak berkesan sama sekali (T.T). Oh ya, tentang video yang saya buat, saya titipkan pada Yani, murid kelas itu juga. Tapi katanya video itu tidak bisa dibuka. (lupa format videonya cuma bisa dilihat di kompi) ciaaat ciaaaat!!

ah, tapi Allah selalu punya cara yang tepat untuk menyelamatkan saya, setelah saya sadari, setelah video itu diputar beberapa kali, ternyata rasanya saya lebaaaay. Tuhaaan, maafkan makhlukmu ini. Saya jadi malu sendiri, rasanya gak mau lagi ketemu mereka (kalau videonya ternyata bisa dibuka dan mereka liat sih..hee). untunglah kejadianynya seperti itu, sehingga kelebay’an saya bisa disembunyikan dari hadapan mereka. Hahaha

Entah sisi melankolis ini kambuh mungkin karena kelas tersebut terlalu berkesan untuk saya. Dari mulai awal masuk, yang berhasil membuat saya sering nervous setiap masuk kelas, sampai terakhir saya bertemu mereka, Awalnya saya berpikir, murid akan belajar bersama saya, terserah saya, saya yang apa adanya. Tapi ternyata hidup memang timbal balik, disadari atau tidak. Ah, terimakasih sudah menjadi XI IPS 1, yang saya banyak belajar darinya.



oia, ada nama yang disamarkan :D

Rabu, 06 Mei 2015

Saat itu, Awal Berlatih Menunaikan Janji..

Mei 06, 2015 0 Comments
Hei Nucleus !           

Udah lama nih saya pengen cerita tapi gak sempet-sempet, dan tetiba sepagi ini ada hasrat menulis ditengah khusyu-khusyunya mencuci piring. Haha

Semacam janji yang harus ditunaikan, pengen banget nyeritain awal –awal PPL yang mendistraksi hari-hari saya selama 4 bulan kebelakang. *apaini*

Sedikit cerita tentang pengalaman saya bersama kelas XI IPS dan murid-murid pertama saya :D. Adapun tokoh dalam cerita sedikit disamarkan. Haha..

            Sebelumnya saya pernah cerita bahawa akan ada masa dimana saya menghadapi satu kelas yang akan menguras mental. *lebaay* denger-denger sih di kelas X. Tapi ternyata mereka salah, atau mungkin ini yang dinamakan relatif? hehe. Entahlah, tapi yang jelas setiap kelas punya spesialnya masing-masing.

            Awal masuk saya diberi kesempatan untuk melihat dulu kondisi kelas XI, karna memang saat itu hanya ada jam pelajaran geografi kelas XI. Masuklah saya, vivi bersama bu Novi guru pamong kami, untuk berkenalan. Dan kamu tahu gengs? Hasil yang didapat adalah “shoking teraphy” haha, sehabis itu, saya berdo’a banyak-banyak supaya dialancarnkan saat nanti saya mengajar. #prayforanis #saveourclass *naonatulahh*

            Pertemuan kedua dengan mereka kelas XI, pertemuan yang bikin saya pengen ngegali tanah sedalam-dalamnya dan nyungseb terkubur gak balik lagi >.< . bayangin dong, penampilan pertama dipantau sama guru pamong. Tapi bukan ini yang bikin dagdigdug, tetiba si pegasus (netbook saya) gak bisa bikin infokus nyala. Satu jam pelajaran berlalu, Cuman buat ngurusin media pembelajaran, keringat mulai bercucuran sana sini, dan menyebabkan muka hinyai, ditambah speaker yang gak nyala, dan parahnya saya tidak sama sekali mempersiapkan alternatif lain supaya kegiatan pembelajaran tetap berjalan sebagaimana mestinya. Oh Tuhaaan, what should i do? -_-‘ saya panik saat itu, dan memilih untuk berwajah innocent, sometimes berwajah innocent bisa bikin saya rileks, meskipun sedikit. Berpikir positif, dan berdoa lagi. Beruntung saat itu ibu guru pamong sedang fokus pada tugas makalah salah satu murid di sana, yaa setidaknya kejadian kecil ini tidak begitu dihiraukan.

            Beruntung pula saat itu murid di kelas tidak begitu memperhatikan, hanya beberapa orang yang mungkin sedikit pilu melihat saya yang kerepotan, haha. Salah satu murid sebut saja April, dia murid pertama yang peka terhadap situasi yang saya alami saat itu. pergilah dia ke ruang guru untuk meminjam speaker yang memungkinkan untuk digunakan. Aaaaah, like an angel, dengan cantiknya dia membawakan speaker yang pada akhirnya bisa dipakai *huaaa, trima kasiiih :*. Dan pada saat itu pula si pegasus mau berkompromi dengan infokus sekolah. Alhamdulillaah satu masalah kelaaar. Tapi, penyakit menahun yang satu ini belum bisa saya obati. Gugup! Ya gugup seringkali datang ketika saya harus menampilkan apa yang harus ditampilkan, saat ini adalah tampil dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang artinya saya harus tampil di depan peserta didik untuk mengajar.

            Di awal mengajar, saya merasa sangat kaku, Sangat belum leluasa. Saya baru menyadari bahwa sang phlegmatis melankolis memilih langkah menjadi seorang guru sama saja memilih tindakan untuk menyiksa diri sendiri *matiin gueee T.T. Gimana engga, masuk ke kelas yang isinya remaja “meujeuhna” sementara saya yang bertipe kaleum dan sering krik-krik ini belum tahu bagaimana agar suasana kelas menjadi menyenangkan. Tapi bagaimanapun saya sudah memilih, tidak boleh egois, berani memulai berani mejalankan sampai akhir, luruskan lagi niat!. *pasangiketkepala* :D

            Baiklah, proses pembelajaran pada pertemuan pertama akhirnya selesai, dan ditutup dengan ketidak kecean saya. saat April, murid saya salaman, April bilang sambil senyum “ibu, basah..” saya jawab “apa?”  “eh, engga bu, ga jadi..hehe” saya pikir baju saya yang basah *sudah syok duluan. Saya cek, baju saya kering. Tapi, setelah saya sadari ternyata tangan saya, berlumuran keringat. >.< oh God..


            Pertemuan selanjutnya, ketegangan itu sedikit meluntur. di akhir pelajaran, ketika Aulia murid kelas XI itu salaman, dia bilang “ih, ibu dingin”. Saya bilang saja “kalau sore biasanya tangan ibu emang suka dingin, hee” padahal mah gengs, saya masih geumpeur. Hhaha. Nampaknya kegugupan tidak dapat dihilangkan dalam waktu yang singkat. Butuh waktu memang, lagi pula saya belum mengenal karakter mereka, mungkin, kalau sudah kenal, gugupnya akan hilang, jadi masalah kegugupan ini, saya memandangnya sebagai sebuah fenomena yang wajar. Mudah-mudahan

Selasa, 28 April 2015

untitle

April 28, 2015 0 Comments
"aku tidak tahu bagaimana cara mencintai mereka dan dicintai mereka"
baiklah, agak sedikit riskan membicarakan ini diwaktu yang singkat. tapi, bukankah harus sepakat bahwa ini adalah bagian yang harus dipelajari?

Kali ini aku tak bohong, aku mulai menyayangi mereka, tak beralasan. ah, tidak, tepatnya belum menemukan alasan..


They are social science one, X1 & X2, my first student in senior high school..

Rabu, 22 April 2015

Teacher..

April 22, 2015 0 Comments


Tentang belajar memilih, dari sekian kata yang saya kurang sukai, kata memilih adalah salah satunya. Sebagai remaja hampir mau akhir, pada akhirnya saya harus bisa mengambil pilihan, menerka-nerka siapa saya di masa yang akan datang. Bingung? Tentu! Bagi orang yang rada absurd  dan senang kebebasan macem saya, posisi seperti ini adalah hal yang menyiksa. Ok, fine! Saya tidak mau terkurung dalam ketidakjelasan hidup, maka dengan PD.nya saya putuskan untuk menjadi seorang guru. Gileee, mimpi apaaa ini keputusan tiba-tiba muncul, haha..
Perjalanan untuk mencapai visi mengantarkan saya beradaptasi di Bumi Siliwangi, menemukan bongkahan ilmu, dan hal-hal yang menakjubkan. Memanglah, zona nyaman setelah siswa adalah mahasiswa, yang saking nyamannya, terkadang ada yang sering terlupakan, “realistis”, ya kerealistisan hidup.
Mungkin sering saya mendengar gambaran kerealistisan dunia luar, tapi mungkin hanya sebatas teori, saya belum memahami dan mengalami sendiri. Pada akhirnya, keputusan yang dulu saya pilih, membelajarkan saya realita dunia kerja. Guru, guru ooh guru.. entahlah saya benar-benar tidak bisa melihat masa depan saya sekalipun diikhtiarkan, tapi wallaahu’alam, perihal menjadi apa hanya Allah yang tahu.
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari belajar menjadi guru, termasuk kalimat “be the good teacher”. Sometimes, bisa bikin saya pesimis juga. Jangankan menjadi guru yang baik, latihan menjadi guru biasa pun ternyata luaar binasaaa.
Dulu, saya memang tergolong orang yang menyenangi sekolah, pelajaran, guru-guru, ekstrakulikuler, terlebih teman-teman dan sahabat, entah mungkin karena suasananya, terlalu nyaman untuk ukuran saya dan mungkin ini adalah salah satu yang membuat saya tertarik untuk menjadi guru. Tapi setelah praktik menjadi guru, menghadapi ralitas dunia pendidikan yang tidak semuanya selalu berjalan ideal, bahkan ruang lingkup kecil saja seperti kelas, membuat saya berfikir ulang. Haha.. ada teman saya menyerah untuk menjadi guru, saat menawarkan pada murid untuk menjadi guru jawabannya ‘gak mau bu, takut ga dihargain”atau pernyataan “guru itu aktor, harus serba bisa” belum lagi digosipin murid bahkan harus berlapang dada saat tidak disenangi murid. Haha.. beurat gan, jadi pahlawan tanpa tanda jasa itu. tapi, pertanyaan yang jadi PR buat saya adalah “posisi apalagi yang strategis untuk bisa berkontribusi memperbaiki kegaduhan negeri?” berdiri dalam ranah struktural? mengotak-atik kebijakan?” untuk ukuran saya, pertanyaan itu malah memununculkan lagi pertanyaan “saya bisa apa?” hehe, gini ni kalau ga expert di bidangnya, membela diri. :D  #abaikan
Baiklah para calon guru, semoga istiqomah. Apa pun yang terjadi pada akhirnya kita akan menjemput takdir kita masing-masing, perihal menjadi apa, yang terpenting adalah meluruskan niat untuk siapa kita berbuat.
Selamat menebar manfaat..

Kamis, 12 Februari 2015

Ritual PPL

Februari 12, 2015 0 Comments
PPL atau Praktik Pengenalan Lapangan yang mungkin bakal bikin hari-hari saya nano-nano di 3 bulan ke depan. ah, baiklah saya harap cerita PPL ini dapat semenyenangkan waktu Kuliah Kerja Nyata (KKN). :D

Cerita dimulai ketika kontrak mata kuliah mengharuskan saya untuk menjadi mahasiswa tingkat akhir. aaah, udah tuwir ajee.. ya, seperti biasanaya sih, yang ngontrak PPL juga harus ngisi kolom pendaftaran ke SMA yang dimana sudah tertera daftar beberapa SMA di Bandung. Huaaaa, bingung aslina, harus daftar ke SMA mana, pasalnya yang ada di daftar pada jauh semua bung!, ada sih yang deket cuman da aku mah apa atuh, suka keduluan wae sama orang :'( *apasih*

Akhirnya setelah tanya-tanya, ada salah satu sekolah yang bernama YAS singkatan dari Yayasan Atikan Sunda yang saya sendiri baru menyadari keberadaannya, *kudet banget guee* tapi, keren sekali Bandung ini, punya sekolah seperti YAS :)

Katanya di YAS ini masuknya Dzuhur, mayaan, biar bisa memanfaatkan waktu pagi dengan kegiatan lain, seperti bangun siang, bersantai dulu, atau buat ngerjain tugas-tugas kenegaraan, mungkin. Maka, langsung saja saya dan my partner vivi rahmelia mendaftar disana.

Awalnya kami sempat akan pindah sekolah, usaha kami ngabolang mencari peluang untuk daftar di sekolah lain tidak membuahkan hasil, ah, memang. jodoh kami adalah SMA YAS :*
ternyata, yang mendaftar di sana lumayan banyak, berjumlah 12 orang dari berbagai jurusan, ada sejarah dan olah raga juga. kata si vivi sih, PPL sekelompok sama jurusan Sejarah & Olahraga, mungkin biar belajar dari masa lalu supaya jd lebih sehat *atulaaaaaah. Tapi, kok ga ada dari bahasa jepang ya? *eh :v

Setelah melalui beberapa ritual menjelang PPL, maka berangkatlah kami tim PPL ke SMA YAS, dan do u know? buat paragadang (para gadis angkot) macem kami, dari kosan menuju SMA tersebut  dengan menggunakan jasa angkutan yang disediakan pemerintah adalah sebuah perjalanan yang cukup panjang *lebay*. Tapi, bukan anak geografi kalau mengeluh soal jarak dan waktu *eaaaaa

Sampailah kami pada penerimaan PPL di SMA tersebut. Kami mulai mencium aroma kesundaan di sana, kebetulan saat itu hari rabu, udah tahu lah ya, salah satu program pak Walkot yang ketje itu?. yap. Rebo Nyunda, salah sahiji upaya pikeun ngamumule budaya sunda, yang biasanya warga SMA YAS memakai pakaian khas sunda, dan tentu saja, bahasa sunda. Kami disambut dengan ramah di sana, membuat kami nyaman berinteraksi. Namun, saat itu masih ada hal yang menjadi misteri, tentang kelas yang nanti akan saya masuki. Huaaaa, for the first time in forever guys ! ya meskipun sebelumya pernah ngajar juga, tapi untuk sekolah formal dan di jangka waktu yang tidak sebentar, menyangkut masa depan anak-anak yang imut itu pula, maka amanah ini memang membuat saya dag dig dug der.. hoho

Selesai acara penerimaan, kami berbincang dengan guru pamong kami masing-masing, kebetulan mata pelajaran geografi berguru pamong bu Novi, ibu cantik yang satu ini yang nanti akan membimbing kami selama menjalankan amanah mencerdaskan kehidupan bangsa di SMA Yayasan Atikan Sunda.

Mulailah kami membagi kelas dan jadwal untuk praktik mengajar, dan taraaaaaaaaaaa.. aye kebagian 2 kelas X dan 1 kelas XI. Berdasarkan gosip yang beredar dari teman saya yang sebelumnya ngajar di sana, ada salah satu dari kelas X yang luar biasa menguras tenaga. huaaa, dan saya diamanahkan di kelas tersebut. ok fix! gapapa, saya belum membuktikannya, jadi, tersenyum saja. *bari jeung geumpeur* haha..



Itu cerita awal ritual PPL :D

Senin, 19 Januari 2015

Untitle

Januari 19, 2015 0 Comments
Ada masa ketika kau benar-benar ingin bertemu, tapi tak pernah bisa bertemu. Periksa kembali, mungkin karena memang kau tak benar-benar siap dengan itu. Bersabarlah, sampai kau benar-benar dapat mempertanggungjawabkan perasaanmu.

Selasa, 13 Januari 2015

Bizzare Love Triangle

Januari 13, 2015 0 Comments
Sejenis nemu harta karun sore ini.. hahhaa, betapa senangnya.. syalalaa *lebay

Ini dia harta karunnya..

Sebuah lagu yang dibawain sama Frente yang judulny Bizarre Love Triangle, yang sebenernya ini lagu udah kebilng jadul, tapi sebagai manusia penikmat akustikan (dan rada kudet), lagu kelahiran tahun berapa pun saya lahap.. haghag

Entah kenapa lagu ini enakeun didengernya, apalagi sambil nyantai disore hari ditambah gerimis mengundang.. *naooonatulaah. dari setahun yang lalu nyari-nyari lagu ini, tau lagunya, tapi lupa siapa yang nyanyiin dan apaaaa judulnyaaa? -_-' *ga

penting. baiklah, kata orang, lagu bisa mewakili apa yang pendengarnya sedang rasakan. tapi sepertinya lagu ini tidak berkorelasi sama sekali. hahhaha *ketawajahat

Ini dia liriknya..

Bizzare Love Triangle by Frente 

Every time I think of you 
I get a shot right through
Into a bolt of blue
It's no problem of mine 
But it's a problem I find
Living the life that I can't leave behind

There's no sense in telling me
The wisdom of a fool won't set you free
But that's the way that it goes And it's what nobody knows 
And every day my confusion grows 

Every time I see you falling
I get down on my knees and pray
I'm waiting for the final moment
You say the words that I can't say 

I feel fine and I feel good
I feel like I never should 
Whenever I get this way
I just don't know what to say
Why can't we be ourselves
Like we were yesterday 

I'm not sure what this could mean
I don't think you're what you seem
I do admit to myself 
That if I hurt someone else
Then I'll never see Just what we're meant to be 

Every time I see you falling 
I get down on my knees and pray 
I'm waiting for the final moment 
You'll say the words that I can't say  
Every time I see you falling  
I'll get down on my knees and pray 
I'm waiting for the final moment 
You'll say the words that I can't say

Sabtu, 10 Januari 2015

Terlanjur Ngawadul #PartTahu

Januari 10, 2015 0 Comments
Kenapa kamu diam? padahal kamu tahu! *sambilnunjuktahu*

Udah aneh-aneh aja si, gambar-gambar meme yang sering saya temuin di jejaring sosial. dari editan foto syahrini sampai presiden. Kreatif pisanlah..
Tapi, yang satu ini menghipnotis saya untuk ngawadul (ngawangkong ngaler ngidul) di tengah malam minggu yang (tidak) kelabu *naonsih*

ya, tentang diam dan tahu..

Agak kesindir juga sih sebenernya, ketika diam dan tahu berada pada posisi kita.. *maksud??
Baiklah, maksudnya tentang diamnya seseorang padahal dia tahu apa yang terjadi..

emm..
Sebenernya gak masalah sih ketika apa yang terjadi tidak membawa efek apapun bagi kita atau sekeliling kita, baik positif atau negatif. Tetapi lain hal ketika kita berada pada posisi mengetahui sesuatu dan sesuatu itu membawa dampak, sedangkan kita hanya bisa diam. tidak memperluas ketika itu positif, tidak mencegah ketika itu negatif. dan pada akhirnya membuahkan kalimat bahwa ada atau tidaknya kita adalah sama saja, gak ada ngaruhnya *oooh perrihhh..
Padahal, sebaik-baiknya makhluq adalah yang bermanfaat bagi orang lain. yaah, peurih-peurihnya mah, bermanfaat untuk kebaikan diri sendiri dulu lah yah..hmmh.. tidak mudah memang, tapi tidak ada salahnya untuk dibuktikan. :)

Bagaimana pun, terima kasih untuk sang editor gambar yang menyadarkan saya bahwa saya masih harus banyak belajar dari kata diam dan tahu, semoga Allah selalu membimbing kita untuk menjadi makhluqNya yang selalu bermanfaat, dan mau untuk selalu memperbaiki diri. semoga selalu istiqomah di jalan-Nya. aamiin..


Eh, gambar tahu itu multi tafsir sebenernya, kebanyakan sih ngewakilin yang lagi galau *ceuk gugel
tapi yasudahlah, sudah terlanjur ngawadul :D
Dan malam terlalu malam, pagi terlalu pagi. tidurlaaaaah..



Ini dia, tahunya. Tak berdosa, sama sekali, tak..

Minggu, 04 Januari 2015

Teman Perjalanan

Januari 04, 2015 0 Comments
Sepagi ini sudah muncul sisi melankolis, mungkin karena efek dari membaca catatan dia yang aku sebut 'partner in crime' sebut saja dia Mawar yang berakun twitter @vivirahmelia :P

gak panjang-panjang, ini mah cuma nambah laci kata si Nucleus aja, yang katanya inti dari sebuah perjalanan. hahhaa #naonsih *intermezzo :D

label: perjalanan, persahabatan.

Disadur dari pengalaman bersama mereka yang selalu mendistrak dan saya menyayangi mereka.. :)

ekhmm, baiklah..
Hei, sahabat..! atau siapapun yang memiliki teman perjalanan, terkadang ada saatnya kita bertemu dengan ia yang bernama 'sulit', bahkan ketika kamu bersamaan, atau karena kamu memang pernah bersamaan?.
ada banyak, banyaak sekali.. mungkin salahsatunya, yang sulit dari berjalan bersama adalah waktu yang mengharuskan untuk saling melapaskan. yang tersulit dari saling melepaskan adalah meyakinkan diri bahwa kita bisa berlari, mampu bangkit saat terjatuh meski tak ada tangan yang biasa menggenggam. atau tentang penyesalan terhadap ia yang yang belum sempat kita ajak berlari, atau ternyata yang tersulit itu adalah menghadapi kenyataan bahwa kita yang perlahan merapuh dengan segala kekhawatiran". ah, semoga hanya spekulasi saja..

'Sulit' itu wajar.. hahh? wajaaar?. bisa jadi, karena dengan kata sulit, maka terakui eksistensi manusia, bahwa manusia memang lemah, terkulai tak berdaya *lebay*. yang tidak wajar adalah ketika membuat hak paten pada kata 'sulit'. karena, dalam persahabatan, melepaskan tidak sama dengan akan saling melupakan. ya kaaaan? karena dimanapun sang sahabat berada, kita bisa membuatnya seperti dekat. Ya lah, secara zaman modern kaaan sekarang?? apalagi ada jejaring sosial yang selama ini bikin populasi dunia maya mengalami peningkatan secara segnifikan, haha *naonatulah. Tapi, ada yang lebih romantis dari hanya sekedar memanfaatkan kecanggihan teknologi. Adalah do'a.. yap, kekuatan do'a akan mengalahkan segala kecanggihan yang ada. kece kaaaan?. Bahkan lebih romantis, menyelipkan sahabat - sahabat kita di do'a yang kita panjatkan pada Allah SWT yang telah menitipkan ia para sahabat untuk mewarnai perjalanan kita..

Ah, sahabat, tidak ada yang bisa didustakan dari nikmat persahabatan yang Allah berikan, semoga Allah selalu memberi kita kekuatan dan kemudahan di setiap urusan, kapanpun di manapun kita berada. Terima kasih sahabat, sedari balita sampai sekarang, I just wanna say, i love u All :)
*senyap dalam robithoh*


Udah dulu, UAS masih 2 hari lagi, do'akan yaa.. :D


Untitle

Untukmu, aku tidak meminta untuk menyamai aku. Kebiasaanku, sifatku, hobiku, upload foto apa pekan ini, status-status di media s...