Tampilkan postingan dengan label KKN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KKN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 September 2015

About Them..

September 06, 2015 0 Comments
Kepada Nucleus, maaf si melankolis kambuh, ingin bercerita tentang sahabat KKN, yang malam ini saya merindukan mereka. hehe

Alhamdulillah, terimakasih kepada Sang Maha segalanya, yang tak pernah salah menempatkan kami pada ruang dan waktu, dimana kami dapat belajar dari sebuah kebersamaan..

Malam minggu yang gagal fokus, niat ngurusin hal ihwal proskrip, gegara muterin playlist yang diminta dari Anna, jadilah melankolis saya kambuh, hmmhh..
(harap dimaklum lah ya, malam minggunya sama si pegasus. haha)

Apa kabar ya mereka barudak KKN? Ada yang berubahkah?

40 hari berinteraksi dengan mereka adalah hal yang luar biasa, rasa nano-nano, izin impersonate kalian gengs, haha..

Inilah mereka, yang s’lalu ku rindukan mereka ku yang permai.. *eh naha*

Adalah Anna Aristiani, panggilannya mamah/emak, sosok yang sangat baik hati, jago nari (sagala jenis tatarian, naha apal mah?), cantik, ceria, berani, nyundanya keren dan capetang teu katulungan, dimana suaranya sangat meggelegar kalau lagi becanda, suka teriak “Neeeeeeeeeeeeeeng” atau kata-kata “kumahadinya bae! (kumaha didinya bae)” “awas aya si pantang menyerah!” (sebutan bagi ayam pak Haji), “deuk kamannaa atuh ruuum” “Umiii f*k” “umii fotoin” “hayang diteluh?” “da bencong” “cappuuung” “jengoong (jangan)” “pengen kikoo” daaan laiinyaa. Ga ada sehari aja, posko menjadi krik krik, haha.. Mah kangeeen riweuhnya T.T

Si Neng, namanya Fajri Damar P. tapi lebih akrab dipanggil neng sebab rambutnya gondrong, panjang menggelora haha, dan gak jarang warga nusawangi menerka dia perempuan, wkkwkk.. partner menggila Anna dan ibu (sarah namanya) kata-kata yang paling inget dari neng tuh “Uno yu?” “naon atuh umii” atau “si Umi wanian” “umi ditatonya? ”umi ongkoh rek dugem?” (si eneng kitu pisanlah! -_-‘). Tapi si neng baik, ga ada neng juga ga rame, ga ada bulian, haha.. (teu ketang) oia satu lagi, si neng adalah orang satu-satunya diantara kami yang anti ayam boiler. naha neng? :D

Ayin, bernama lengkap Arini Ulfia Septiani, yang pas pertama kita ketemu saya salah manggil, malah arini ulfias (kirain ulfias nama asli, padahal singkatan, -_- ). Yang paling diinget dari ayin itu, dia ngefans sama EXO. Ayin sesosok yang baik hati, suka seselfian, putih (yang paling dihindari ketika difoto deket Ayin, sebab gue akan terlihat seperti anak hilang yg gak mandi 7 hari, hahaha). Oia, ada Neneknya Ayin yang baik dan sangat berjasa bagi kami, kebetulan rumah nenek ayin deket posko, ah pokoknya jazakumullaah umi Ayin dan keluarga :D

Trus ada Sarah, dipanggil ibu, jago masak, udah kaya emak ke dua di posko. Tempat curhat, partner nonton running man dan transaksi film korea, haha.. Yang paling diinget dari ibu itu terong balado favorit anak2 posko T.T (apa emang beli daging keseringan terlalu mahal, sehingga terong balado menjadi andalan?) haha.. trus, suka niruin lagu Raisa (but, she changed lyric with “Kulit Nilep”, not “could it be love”) sambil mainin rambut kek iklan sampo -_-“, kata-kata paling diinget dari ibu itu “Neeeeeeeeeng cuci piriiing” “Gogo bangun, mandii!” “umi aku mau curhat!” dia obsesi banget diet, sampe waktu bukber ramadhan kemarin dia terlihat kurusan, ibu bisaan ih!

Si Ibi, nama aslinya Hary Gustiana, dia pria hebat sangat pemberani, sampai ke dapur aja minta ditemenin -_-‘ kadang bisa menjadi musuh, dia bak artis versi anak-anak Nusawangi, banyak anak-anak ngemodus minta no ketua KKN (kng Iman) tapi ujungnya “teh, minta no a hary” (oh God, semoga dia tidak Pedofil). Yang paling inget dari dia, waktu ngantri kamar mandi, karena saya kelamaan, jadilah dia mencari WC di Pom Bensin. Haha ibi hampura T.T . Trus kalau orang lagi cerita dan itu rada garing, entah apa motivasinya tetiba  menguncupkan tangan. Oia, Motornya fenomenal, hampir semua orang yang naik motornya mengalami kejadian unik (Musibah sih lebih tepatnya. haha), kek mamah & si Neng yang nabrak ibu-ibu sepulang belanja, Ibu & si Neng (lagi) nyasar, saya & bude nabrak ayam warga (dan setelah disusul ayamnya hilang, gaib pisan T.T), tapi motor dia sangat berjasa, untuk pertama kali aye bisa pake motor (even, cuma keliling lapangan, hahaha).

Kang Iman, Sang ketua KKN, dipanggil babeh (karena dianggap paling dewasa diantara kami yang masih muda, ngahaha..) seperti ditumbalkan, rela berkorban, birokrasi sana sini, mimpin rapat, relasiya banyak, dari mulai pemilik kontrakan sampai bapak Kuwu dia akrab. Yang paling diinget dari ketua geng ini pas orangtuanya dateng bawa makanan yang sedemikian banyaaak buat kita. Huaaa, kami semua merasa kenyang pada malam itu. Alhamdulillaah, terimakasih ketua geng. :D
  
Gogo, Muhammad Thufeil Ghozy lengkapnya. Yang paling inget dari gogo, dia makannya banyak, haha (bagus go, biar kayak bayi sehat), trus ring tune’nya ituloh sering pisan diputer di posko, lagu Happy’nya Pharrell Williams. Trus yang paling inget itu waktu saya hampir jatoh dari motornya gogo, gegara motor kuplingan yang tinggi itu saya naiki di tengah jalan rusak, nanjak dan duduk nyempong, Daebak!! T.T

Rizcka, ibu sekertaris satu ini hobi nonton anime, headset every where, baik, riweuh kala ngerjain laporan, kadang dia menyeramkan (bisa liat makhluk halus ceunah, *brarti dia bisa liat gue* ngahahaha..) partnernya ibi sama kang iman :D, kamar dan ruang tengah menjadi ruang favoritnya, naha ka?

Bude, nama aslinya Sulastri Mugiautami, asli Riau berketurunan Jowo, cah ayu nan baik hati :D, partner akuuh :*, bude partner seperjuangan keliling – keliling Nusawangi bagiin surat undangan, silaturahim dgn para DKM Nusawangi sambil ngemodus *eh, teu ketang :P. Yang paling inget dari bude ini makanan yang bernama Tempoyak (duren yang difermentasi gitu)*mupeng*, bude ga bisa makan makanan gurih yang bergula, sukanya pedes, trus kata katanya lucu contohnya “naoon maneeeeeh” (lidah Riau berdialek Jawa jadi terdengar sangat aneh, haha), ah kangen ibu bendahara ini, yang kita sering kasbon dan minta subsidi T.T

Ale alias setep, alias uwa jauh yang bernama lengkap Stefanus Aleut, dia sering kita panggil aleee leutsa (dengan nada lagu tari saman, :D ), dia satu-satunya temen KKN yang sering manggil saya Mut/Amut, entah dia tahu dari mana panggilan ini -_-‘. Step ini unik. Dia berasal dari Nusa tenggara yang berhasil ngecengin anak posko dari Desa sebelah. Haha, steeep kau ini ada-ada saja..

Ah kalian, masih banyak cerita dari kalian, terimakasih saya banyak belajar dari kalian, semoga selalu ingat daku, semoga Allah memudahkan segala urusan kita, cepet lulus, cepet wisuda, cepet mengabdi buat masyarakat. aamiin

Bandung, 06 Sep 2015. 00.25 WIB












Selasa, 22 Juli 2014

(KKN) Kuliah Kerja Nyantri

Juli 22, 2014 0 Comments
Kamu tahu kobong? Ya, dia adalah sebuah ruangan semacam asrama para santri yang tinggal di pesantren. Kenapa saya bertanya kobong? karena tempat inilah yang kami akan huni 40 hari ke depan. Wooow, subhanallah ya J.
Hari pertama kami menginjakkan kaki di Bumi Nusawangi, Tasikmalaya dengan perjalanan kurang lebih empat jam dari Bandung. Jalannya berkelok-kelok, kondisi jalan desa yang kurang bagus menjadikan perjalanan seperti jauh, seperti naik odong-odong *plak*. Namun, hal tersebut terbayarkan sudah dengan pemandangan Desa Nusawangi yang luar biasa indah, damai, dan mentramkan *ciyee..
Mobil masuk menuju gerbang pondok pesantren, serasa kami anak-anak yang akan diasramakan di sana, memasang wajah lugu, imut, manis dan polos *preet. Kami mulai menurunkan barang-barang menuju kamar, dan itu banyak sekali bung, sampai keringat bercucuran *lebay*. Di pondok, kamar kami dipisah, ikhwan di depan, akhwat di asrama putri, di belakang. Kebetulan pesantren ini belum ditinggali santri lagi, jadi semua kamar yang ada di sana kosong melompong. Ada banyak kamar, kamar putra sebelahnya dipakai untuk menyimpan motor, sedangkan kamar putri yang kosong sebagian dijadikan dapur umum.  
Kesan pertama bertemu dengan penduduk di sana adalah keramahtamahannya. Kami disambut hangat oleh  ibu dan bapak haji pemilik pesantren, berkenalan, berbagi cerita dan perbincangan diakhiri dengan ibu haji yang mempersilakan kami untuk makan, woooow botram men!, kami yang sedang laparnya-laparnya seketika itu mulai menyantap hidangan yang telah tersedia. Ooh ikan, nampaknya saya harus menghipnotis diri dan mengingat bagaimana cara menikmati ikan yang baik dan benar *lebay*.
Siang hari kami beristirahat, dan malamnya kami merapat menyusun rencana untuk esok hari. Tibalah di hari pertama pergerakan kami dengan bersilaturahim dengan bapak kepala desa beserta stafnya. Namun, saat itu bapak kades tidak sedang di tempat, jadilah kami berbincang dengan bapak sekertaris desa, Bapak Iyan namanya, perbincangan kami tidak lepas dari penyampaian program-program yang memungkinkan untuk di laksanakan di Desa Nusawangi.
Sepulang dari kantor desa, kami segera merapihkan apa yang harus dirapihkan di posko, laki-laki memasang antena dan sebagian dari kami selfi-selfi di sawah. Dan guys, pemasangan antena belum membuahkan hasil, sinyalnya luar biasa menguji kesabaran, alhasil hari itu kami hanya bisa memandangi televisi layar biru bertuliskan “no signal” :D. Keesokan harinya kami berinisiatif untuk membeli buster, setelah dipasang, tetap saja seperti semula, tidak ada sinyal, satu jalan yang rada ampuh yaitu antena harus disimpan di ketinggian, dengan kegigihan, keuletan, manjat-manjat dan keringat bercucuran –demi sinyal- akhirnya kami bisa menikmati cuplikan sinetron kekinian *etdah -_-.
Hari-hari pertama kami lewati dengan sempurna, rasa nano-nano, mulai beradaptasi, belajar mengenal, memahami dan belajar bagaimana caranya agar selama KKN bisa berjalan dengan nyaman. Minggu awal, kami disibukkan dengan kegiatan perkenalan dengan warga, salah satu cara efektif adalah dengan mengikuti pengajian-pengajian di setiap kampung. Dan guys, luar biasanya, setiap kampung terdapat mesjid dan di desa tersebut terdapat empat pesantren, *backsound kota santri*. Sungguh, atmosfer desa yang religius, betapa banyak yang harus kami pelajari dari tempat ini.
Nah, itu dia, cerita awal kami berada di Desa Nusawangi, minggu adaptasi di Kuliah Kerja Nyantri :D

***

Senin, 21 Juli 2014

A Journey #KKN (21062014)

Juli 21, 2014 0 Comments
Pagi buta hari ini harus membangunkan kami  lebih pagi dari biasanya. Jam 05.00 kami harus berkumpul di lokasi penjeputan. Semua barang di lokasi 1 mulai dinaikkan ke dalam mobil ELF alias elep, semua sudah siap, si aye yang dropping barang tidak semuanya di H-1 menjadi kelabakan, alhasil sebelum ayam berkokok –karena memang tidak ada ayam- saya menyelinap membawa barang-barang yang bejibun ke lokasi drop barang di gerlong (kosan kang iman tepatnya) tanpa sepengetahuan teman2 KKN lain, dan kembali ke kosan, karena si kasur masih di sana. Dreeet..dreeet *bunyi my henpon*, ada sms dari riska, sebuah intruksi harus segera merapat, saya mulai riweuh dan meminta tenaga pria-pria untuk mengangkut kasur, lewat sms ceritanya, dan sial, tidak ada satu pun yang menjawab, lanjut saya telpon ketua geng dan akhirnya kasur itu dapat mendarat dengan kece di dalam elep.
Perjalanan sedikit ngaret, jam 06.30 kami baru meluncur dari gerlong, padahal target jam 05.30 sudah menuju lokasi 2 dropping barang. Perjalanan cukup panjang *gerlong-sersan surip* :D, sampai di sana samar-samar kami menemukan 2 wanita yang dikelilingi barang-barang, seperti kedinginan, mungkin mereka sedang menunggu jemputan travel, mau mudik *bergumam dalam hati* dan *plak* ternyata mereka teman KKN kami, haha, karena sebelumnya saya tidak tahu lokasi 2 dropping barang. Kami ikut turun, membantu menaikkan amunisi-amunisi yang menunjang kehidupan kami selama KKN nanti.

Setelah berpamitan dengan Anna –kebetulan Anna berangkat bareng Hary naik motor- kami melanjutkan perjalanan dengan riang gembira, sarah berposisi nyaman dengan bantal leher minionnya, arini, riska, sulastri dengan pose biasa, kang iman dan stef yang pedekate dengan supir, dan aye yang dengan noraknya berguru ngotakngatik SLR ke fajri karena kebetulan kami tim PDD selama KKN. Kami semua menikmati perjalanan, ditemani lagu dangdut yang meneriaki gendang telinga, mungkin kami masih jaim, sehingga tak satu pun dari kami berjoget dan sepertinya tidur lebih menarik kala itu, pun saya, menempelkan bantal pada jendela, bobo ganteng. :D

Kesebelasan itu adalaaaaaaah...

Juli 21, 2014 0 Comments
Mungkin sedikit banyak ini tulisan penuh dengan cerita kami saat berpetualang menjalankan misi di Desa Nusawangi.  Kami bersebelas adalah mahasiswa yang tersebar dari berbagai penjuru kota, dari mulai Riau sampai Nusa Tenggara Timur. Kesebelasan ini diantaranya adalaaaaaaaaaaaaaaaah...

Nama           : Iman Praja F.
Jurusan       : Teknik Mesin
Panggilan      : akang / Babeh
Jabatan       : Ketua Geng

Nama           : Thufeil M. Ghozi
Jurusan       : Teknik Elektro
Panggilan      : Gogo
Jabatan       : Wakil Ketua, Divisi Kewirausahaan

Nama           : Rizca Praztica S.
Jurusan       : Pend. IPS
Panggilan      : Riska
Jabatan       : Sekertaris, Divisi Lingkungan Hidup

Nama           :  Sulastri Mugiutami
Jurusan       : Akuntansi
Panggilan      : Lastri, Tri / Bude
Jabatan       : Bendahara (Ibu Subsidi), Divisi Keagamaan

Nama           : Anna Aristiani
Jurusan       : Pend. Seni Tari
Panggilan      : Ana/ Mamah, Mak
Jabatan       : Humas, Divisi Kesehatan

Nama           : Arini Ulfia Septiani
Jurusan       : Sastra Inggris
Panggilan      : Ayyiiin / Eteh
Jabatan       : Sie. Konsumsi, Divisi Kesehatan

Nama           : Annisa Mutmainnah
Jurusan       : Pend. Geografi
Panggilan      : Anis / Ummi
Jabatan       : Sie. PubDok, Divisi Keagamaan

Nama           : Sarah Indah Apriliyanti
Jurusan       : Pend. Kewarganegaraan
PanggilaN     : Sarah / Ibu
Jabatan       : Divisi Kewirausahaan

Nama           : Hary Gustiana
Jurusan       : Pend. Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
Panggilan      : Hari / Ibi
Jabatan       : Divisi Lingkungan Hidup

Nama           : Fajri
Jurusan       : Perpustakaan dan Informasi
Panggilan      : Eneng
Jabatan       : Sie. PubDok, Divisi Pendidikan

Nama           : Stefanus Aleut
Jurusan       : PGSD
Panggilan      : Step / Uwa Jauh
Jabatan       : Divisi Pendidikan

          Nah , nama-nama inilah yang  akan menjadi pelangi yang mewarnai Desa Nusawangi menjadi leeeebih  berwarna. *preeet
Oke guys, kami tidak saling kenal, bahkan menyapapun tidak pernah, dan sialnya Sistem pendaftaran KKN Online menjaring kami, membuat kami saling bertemu, bekerja dalam satu tim dan mengubah status orang lain menjadi keluarga baru bagi kami.  *oooooo  :D

***

Minggu, 20 Juli 2014

KKN Tematik POSDAYA

Juli 20, 2014 0 Comments

Itu.. dia KKN, Kuliah Kerja Nyata yang mempertemukan kami ke11an mahasiswa untuk bekerjasama melaksanakan amanah Tri Dharma perguruan tinggi yang salahsatunya adalah “Pengabdian Pada Masyarakat” *Subhanallah ya guys? :D . lewat KKN inilah mahasiswa diuji sejauh mana teori yang didapat di bangku kuliah dapat diaplikasikan di kehidupan nyata, ya, di masyarakat. Ya kalau dipikir-pikir idealnya adanya KKN ini akan membentuk sebuah simbiosis, tepatnya simbiosis mutualisme, antara mahasiswa dan masyarakat, keduanya butuh pemberdayaan, yang kata Panduan bilang “agar mampu mengakselerasi laju peningkatan sumber daya manusia dalam proses belajar membelajarkan  mahasiswa dan masyarakat” ah, tujuan yang sangat kece.. *nangis darah.
Nah, tema KKN kami adalah POSDAYA. Naon sih tematik POSDAYA? Yang belum tahu, yo ah lanjut..
Kuliah Kerja Nyata Tematik adalah bagian integral dari proses pendidikan yang mempunyai ciri-ciri khusus. Dimana sistem penyelenggaraannya memerlukan landasan idiil yang secara filosifis akan memberikan gambaran serta pengertian yang utuh tentang “apa, bagaimana, serta untuk apa Kuliah Kerja Nyata Tematik  itu diselenggarakan ?” dan salah satu Tema yang dikembangkan oleh Tim Pelaksana KKN Tematik Universitas Pendidikan Indonesia adalah Pos Perberdayaan Keluarga (POSDAYA). (UPI, LPPM 2014). Itu dia sekilas penjelasan dari KKN tematik POSDAYA yang membawa kami bersebelas untuk berpetualang di sebuah Desa Bernama Nusawangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Indonesia J

***

Untitle

Untukmu, aku tidak meminta untuk menyamai aku. Kebiasaanku, sifatku, hobiku, upload foto apa pekan ini, status-status di media s...