Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Januari 2016

Maaf..

Januari 08, 2016 0 Comments
Sahabat,  ada saat di mana aku seringkali merasa kita akan selalu baik-baik saja, bahkan pada saat di mana aku tidak bisa memenuhi hakmu sebagai sahabatku, pada saat di mana aku terlampau sibuk dengan duniaku, pada saat di mana aku selalu mempertahankan ego sedang sikapmu selalu baik, menutupi kekuranganku, menyambutku dengan sikap yang selalu hangat, dan.. ah, terlampau banyak kebaikan jika harus diceritakan.

Sahabat, apa kamu tahu, bahwa seringkali aku merasa bingung saat diliputi rasa bersalah, ya, rasa bersalah terhadap sesuatu yang belum sempat tersampaikan, atas sesuatu yang tidak sempat dilakukan. Selalu muncul pertanyaan “rasa bersalah seperti apa yang bisa aku tunjukkan? Ah, maafkan sahabatmu ini, hanya memasang tampang layaknya semua baik-baik saja. Kau mungkin pernah kesal dengan sikap yang sering aku tunjukkan. Maafkan aku, maafkan selalu bersikap seperti ini, maafkan untuk selalu berpikir bahwa kata-kata tidak bisa menggambarkan betapa aku merasa menyesal, bahkan dengan meminta maaf pun tidak cukup menggambarkan bahwa aku bukan sahabat yang baik..

Maaf, maaf, maaf.. aku ingin selalu menjadi sahabatmu, ingatkan ketika aku lupa, tegur aku jika salah, maafkan jika terlampau menggunung salahku..

Mestinya hari ini menyempatkan waktu menemuimu.. ah, dan lagi, maaf... maaf yang banyak...


Senin, 02 November 2015

Terima Kasih Langit Vanilla

November 02, 2015 1 Comments
Hal yang paling saya takutkan dan selalu menjadi mimpi buruk adalah kehilangan, ya, kehilangan untuk selamanya. kadang saya berpikir bahwa ada hal yang lebih menyiksa dari kehilangan, yaitu rindu dan sederetan ingatan tentang sosok yang sangat kita sayangi. Saya merasakan bagaimana ditinggalkan, bagaimana saat obat bius dari kehilangan habis fungsinya.

Hampir satu bulan, bapak pergi pada sebuah ruang beda dimensi. Allah Arrahman, Arrahiim, sebelum bapak pergi, Allah berikan saya kesempatan untuk dapat membersamai beliau. Mengizinkan kami untuk berpamitan, sesak rasanya. Tapi ini adalah bagian paragraf hidup yang sudah tertulis, entah kita atau orang tercinta yang lebih dulu menghadap-Nya. 

Pemilik Langit Vanilla, dia bilang, "Ia ada, Ia hanya berpindah tempat, doakan saja" ya, kalimat yang mengingatkan saya untuk selalu yakin bahwa kita masih punya harapan untuk membahagiakan beliau disana, untuk bisa kembali bertemu, benar-benar bertemu, nanti, di Jannah-Nya. aamiin..

Vi, kamu tahu? pagi sebelum bapak tidak sadarkan diri, aku menjawab tebakan dari Mbah Suji, katanya "garis yang tidak terlihat?______" aku jawab "Garis Takdir". Aku Manusia, yang hanya bisa menebak-nebak garis takdir, perihal ketetapan yang hakiki, itu Milik-Nya. kita harus Ridho, meskipun aku sendiri masih sering bertanya-tanya "bapak sedang apa di sana? bapak lihat aku tidak? bapak, apa di sana masih ada ingatan saat kita menghabiskan waktu? saat Allah berikan aku kesempatan untuk menjadi suster kesayanganmu? atau apakah ingatan bapak di sana sama seperti ketika bapak berpindah dari alam rahim ke alam dunia?" ah,terlalu bodoh rasanya selalu bertanya-tanya.

Bagaimana pun, semuanya sudah jadi Qodo-Nya, kita tidak bisa mengelak, terlarut dalam kesedihan berkepanjangan tidak sama sekali membahagiakan beliau, yang bisa kita lakukan adalah mengobati hati dengan belajar ridho dan ikhlas kemudian berbuat yang terbaik agar beliau bahagia di sana.

Vi, saling mendo'akan ya, semoga kita selalu ikhlas dan ridho, semoga kita bisa menjadi anak solehah. Doa'kan juga agar kita bisa menjadi Hafidzoh, nanti kita sama-sama berikan mahkota untuk beliau, dan kita semua berkumpul kembali di Jannah-Nya :) aamiin yaa robbal'aalamiin..

Vi, jazakillaah, Ana uhibbuki fillaah..



Minggu, 04 Januari 2015

Teman Perjalanan

Januari 04, 2015 0 Comments
Sepagi ini sudah muncul sisi melankolis, mungkin karena efek dari membaca catatan dia yang aku sebut 'partner in crime' sebut saja dia Mawar yang berakun twitter @vivirahmelia :P

gak panjang-panjang, ini mah cuma nambah laci kata si Nucleus aja, yang katanya inti dari sebuah perjalanan. hahhaa #naonsih *intermezzo :D

label: perjalanan, persahabatan.

Disadur dari pengalaman bersama mereka yang selalu mendistrak dan saya menyayangi mereka.. :)

ekhmm, baiklah..
Hei, sahabat..! atau siapapun yang memiliki teman perjalanan, terkadang ada saatnya kita bertemu dengan ia yang bernama 'sulit', bahkan ketika kamu bersamaan, atau karena kamu memang pernah bersamaan?.
ada banyak, banyaak sekali.. mungkin salahsatunya, yang sulit dari berjalan bersama adalah waktu yang mengharuskan untuk saling melapaskan. yang tersulit dari saling melepaskan adalah meyakinkan diri bahwa kita bisa berlari, mampu bangkit saat terjatuh meski tak ada tangan yang biasa menggenggam. atau tentang penyesalan terhadap ia yang yang belum sempat kita ajak berlari, atau ternyata yang tersulit itu adalah menghadapi kenyataan bahwa kita yang perlahan merapuh dengan segala kekhawatiran". ah, semoga hanya spekulasi saja..

'Sulit' itu wajar.. hahh? wajaaar?. bisa jadi, karena dengan kata sulit, maka terakui eksistensi manusia, bahwa manusia memang lemah, terkulai tak berdaya *lebay*. yang tidak wajar adalah ketika membuat hak paten pada kata 'sulit'. karena, dalam persahabatan, melepaskan tidak sama dengan akan saling melupakan. ya kaaaan? karena dimanapun sang sahabat berada, kita bisa membuatnya seperti dekat. Ya lah, secara zaman modern kaaan sekarang?? apalagi ada jejaring sosial yang selama ini bikin populasi dunia maya mengalami peningkatan secara segnifikan, haha *naonatulah. Tapi, ada yang lebih romantis dari hanya sekedar memanfaatkan kecanggihan teknologi. Adalah do'a.. yap, kekuatan do'a akan mengalahkan segala kecanggihan yang ada. kece kaaaan?. Bahkan lebih romantis, menyelipkan sahabat - sahabat kita di do'a yang kita panjatkan pada Allah SWT yang telah menitipkan ia para sahabat untuk mewarnai perjalanan kita..

Ah, sahabat, tidak ada yang bisa didustakan dari nikmat persahabatan yang Allah berikan, semoga Allah selalu memberi kita kekuatan dan kemudahan di setiap urusan, kapanpun di manapun kita berada. Terima kasih sahabat, sedari balita sampai sekarang, I just wanna say, i love u All :)
*senyap dalam robithoh*


Udah dulu, UAS masih 2 hari lagi, do'akan yaa.. :D


Jumat, 15 November 2013

"dia rindu kamu"

November 15, 2013 0 Comments
"dia rindu kamu" kata sahabatku..



Aku tersengat.. padahal hampir setiap hari aku dan dia bertemu, dia duduk di belakangku, aku duduk di depannya sama-sama kami meghadap ke depan, menyimak dosen kami menyingkap ilmu. Hanya, rasanya ada yang sedikit memudar, untuk sejenak bercengkrama. ya, akhir-akhir ini aku seperti anak autis yang temannya adalah tugas. Beradaptasi dengan amanah-amanah baru yang karena keterbatasanku, nampaknya aku tak cukup pandai membagi waktu. Sahabat, akupun rindu, aku lebih dulu mengenalmu, sebelum aku mengenal tugas-tugas itu. Ah, maafkan sahabatmu ini, semoga selalu ada aku dalam do'a robithahmu.. 

Untitle

Untukmu, aku tidak meminta untuk menyamai aku. Kebiasaanku, sifatku, hobiku, upload foto apa pekan ini, status-status di media s...